;

Kickstand Streamlines Karakter Animasi dengan StretchMesh

Kickstand telah memperkenalkan StretchMesh 1.5, sebuah plug-in perubahan bentuk (deformasi) permukaan yang streamlines penciptaan animasi karakter realistis pada Maya.

“StretchMesh 1,5 sepenuhnya menemukan kembali pipeline deformasi karakter,” jelas Daniel Dawson, Direktur Teknologi Karakter di Kickstand. “Karakter kulit sangat elastis dan sangat sulit untuk buat animasi. Dengan memberikan polygonal mesh yang melekat ‘elastis’ sesuai karakteristik, StretchMesh menghapus batas waktu intensif pemrosesan secara manual tweaking bobot kulit untuk steamline pencetakan kompleks dari gerakan tubuh dan wajah.”


Menurut Dawson, StretchMesh 1.5 menggabungkan algoritma cepat untuk pengetahuan vertex relasi, yang memfasilitasi kecepatan penciptaan deformasi karakter yang halus dengan sharing polygonal data bersama vertex.

Fitur-fitur lainnya meliputi:
- Meningkatkan fleksibilitas benturan Animasi dengan primitif spheres dan Curve.
- Pengaruh objek benturan yang dapat dicat, sehingga pengguna kontrol per-vertex atas sebuah benturan dan dampaknya.
- Curve attractors menyediakan kemampuan untuk menarik vertex yang paling dekat menuju titik pada curve. Teknik ini berguna dalam pencetakan wajah, misalnya, di mana vertex alis yang perlu diambil terhadap target curve.
- mode “skala aman” yang baru memungkinkan pengguna untuk skala mesh dan secara aman menjaga bentuk awalnya.

Yang perlu dicatat bahwa rendering 3D realistis sekali terbatas pada bidang keahlian khusus game - secara significan telah meningkat popularitasnya. Misalnya, desainer pakaian sering membuat seluruh baris virtual pakaian untuk belajar dan tekstur kain yang menggantungkan pada model 3D. Selain itu, secara otomatis produsen tersohor Lamborghini telah membuat perangkat lunak yang digunakan untuk membuat digital prototip berbagai mobil sport, seperti seharga 1 juta USD atau 10 milyar rupiah 2008 Reventon.

Selengkapnya...

Sony PlayStation Eye Miliki Kemampuan Pengenal Wajah

Beberapa Minggu yang lalu katanya perusahaan Elektronik Sony baru saja mempatenkan produk terbarunya yang diberi nama Sony PlayStation Eye dengan dukungan Object Motion Detection. Dan Kini perusahaan tersebut juga telah mengumumkan pengenal wajah untuk konsol.


Menurut Gamasutra, Kish Hirani, Head of Developer Services dari SCEE, mengungkapkan bahwa “Software pengenal wajah yang telah dikembangkannya tersebut akan mendeteksi jenis kelamin dan umur dari wajah seseorang, fitur wajah secara terpisah seperti hidung, mata dan kuping, serta akan mendeteksi seseorang sedang tersenyum atau tidak”. Fitur baru tersebut akan dioperasikan dengan Sony Motion Controller yang ada, tepatnya pada kamera yang bisa mendeteksi berdasarkan koordinat gerakan X, Y dan Z dengan menggunakan semacam alat seperti bola yang mengkilap.

Di sela pembicaraannya pada Konferensi Pengembangan di kota Brighton, Hirani pun menegaskan hendaknya para perusahaan tidak harus mengembangkan teknologinya sendiri dalam pekerjaannya dengan menggunakan Controller yang baru. “Bila Anda bekerja dengan PlayStation Eye dan berpikir ada beberapa teknologi terbaru yang Anda harus kembangkan untuk controller gerak, segeralah hubungi kami. Karena pada dasarnya kami punya begitu banyak akan ketersediaan library, dan kesempatan bagi Anda untuk tidak harus mengembangkan teknologi apapun sendiri”.

Selengkapnya...

103 Tahun Penemuan E=MC2, Terbukti Benar

PARIS - Sudah lebih dari satu abad sejak dikemukakannya formula e=mc2 dari Einstein dan ternyata formula tersebut terbukti benar berkat adanya kolaborasi komputasi dari ilmuwan Perancis, Jerman dan Hungaria.

Konsorsium ilmuwan yang dipimpin oleh Laurent Lellouch dari Pusat Teori Fisika Perancis berhasil menemukan kalkulasi untuk mengestimasi massa proton dan neutron, partikel terkecil dari atom, dengan bantuan teknologi superkomputer.

Menurut model konvensional dari partikel fisika, proton dan neutron terdiri dari partikel kecil bernama Quarks, yang diikat dengan materi bernama Gluons. Anehnya, massa Gluons dideteksi berjumlah nol dan kumpulan quarks hanya berjumlah lima persen. Lalu, kemanakah 95 persen lainnya?


Berdasarkan hasil studi yang disampaikan pada Journal Science Amerika menyatakan bahwa massa 95 persen tersebut berasal dari energi yang datang dari gerakan dan interaksi milik quark dan Gluon. Dengan kata lain, energi dan massa adalah sepadan, sama dengan teori Relativitas milik Einstein yang mencuat pada tahun 1905.

Formula e=mc2 menunjukkan bahwa massa dapat dikonversikan menjadi energi, dan begitu juga sebaliknya.

"Hingga sekarang, formula ini hanyalah sekedar hipotesis. Dan saat ini formula tersebut telah terbukti keampuhannya untuk pertama kali," ujar juru bicara Pusat Teori Fisika Perancis, seperti dikutip melalui AFP, Jumat (21/11/2008)

Selengkapnya...